Menu

Search Engine

Tampilkan postingan dengan label [ Yang Unik Di Jepang ]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [ Yang Unik Di Jepang ]. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Street Fashion|Style|~Trend Orang Jepang

    Beberapa|Kebanyakan Orang Jepang bukanlah Orang aneh dalam berMakeUp maupun BerBusana,


     Memang Karena sejak Nenek Moyang, Bangsa Jepang ialah Warga yang berBudaya Apresiasif dalam semua Aspek Kehidupan, mereka-reka juga Atraktif dan Inovatif meluapkan sesuatu sesuai jiwa dan typikal/karakter Pribadi masing-masing.

Maka jangan Heran kalo beberapa kita Ngliatnya Aneh/Gila ataw apalah~


#Yup, Itulah Mereka, "STYLE Is Soul Of LIFE"

Tapi bagi ADMIN sendiri..(°▽^)♉ . .MEREKA adalah orang KEREN!!!
HAhahahaha~:3


Ok, back to The Topic :D
    Kalo ngomongin fashion dari Jepang ingetnya pasti HARAJUKU. Nah, di Jepang Sana Rupanya ada banyak style yang nggak kalah RAMEnya yang jadi Trend: seperti LOLITA, COSPLAY, KO-GAL, GANGURO, BOUSOUZOKU, Elegant Gothic Aristrocrat dan masih banyak lagi sebenernya,
but, Tapi Yang Lain Nyusul aja^^


Okey Deh, Langsung aja kita bahas:

1. LOLITA
      ’Lolita Fashion’ merupakan dari perpaduan Gothic & Lolita yang sebagian besar terinspirasi gaya berpakaian Victorian. Jenis Lolita pun ada beberapa macam gaya, ada:
>>The Sweet Lolita (this is most popular in Japan and is the original lolita style),

>>The Gothic Lolita (aka loligoth),

>>The Aristocrat/EGL (Elegant Gothic Lolita),

>>The Gurololita, yang penampilannya seperti broken dolls, wearing slings, bandages, eyepatches, plasters and other medical accessories.

>>Ada juga The Oriental/Qi-Lolita, yang bisa dikenali dengan memakai pakaian tradisional Jepang, seperti Kimono, obi belt, atau Chinese brocade dresses.

>>Sampai The Punk/Alt Lolita, yang memadukan penampilannya dengan aksesoris punk! Lolita has made this into a unique fashion by adding gothic and original design elements to the look. Semua style Lolita memang hanya untuk cewek.

      Jadi kebayang dong serunya cewek-cewek Jepang yang menjadi sailor, princess (Hime-Lolita), a fairytale character, dan masih banyak lagi =)


2. COSPLAY


       Cosplay dalam bahasa Inggris berasal dari kata COSTUME dan play, dan mereka berdandan berdasarkan tokoh/karakter dalam manga, anime, tokusatsu, game video, pertunjukkan action Jepang di televisi, film-film fantasi, ataupun band-band pop Jepang.

Serunya lagi, muda-mudi Jepang sering mamerin kostum mereka, di acara gathering yang sering diadain di amusement parks, nightclubs, on the street, sampai di acara party khusus untuk cosplay mania.


3. K0-GAL
How would you like to be a Kogal? A Kogal looks like the typical Californian surfer babe in miniskirts and bikini tops. And Kogals fashion are perhaps the closest thing to the word “normal” in Japanese fashion sense.

    Mau liat gimana cara Kogal berdandan? Yup, mereka biasanya terlihat menggunakan sepatu hak tinggi-tebal, rok pendek, make up tebal, rambut berwarna (biasanya pirang atau coklat), kulit kecoklatan (akibat berjemur di bawah terik sinar matahari), dan berbagai macam aksesoris dari desainer.

       Kadang Kogal juga suka mengenakan seragam sekolah, rok pendek, dramatic make-up, suka make kaus kaki longgar (baggy socks) yang tingginya selutut, dan juga selalu update dengan American fashion brands.
      Para Kogal biasanya juga update banget dengan hal music, fashion and Japan's ever-growing mobile technology. Oya, kalo pernah baca komik jepang “Gals”, kamu pasti tau dong gimana gaya hidup “Ran and the gank” yang seru banget! Oya satu lagi, biasanya para Kogal itu seneng banget berjemur mencoklatkan kulit, accessorise with bling blings, dan beredar di Shibuya.

4. GANGURO

    Kalo style yang satu ini gampang banget ngenalinnya. Penampilan Ganguro bisa langsung terdeteksi dengan dandanan rambut yang dicat warna putih, pirang, coklat gelap/warna coklat yang sangat pucat, dan dilengkapi jepit rambut berbentuk bunga sepatu.

    Selain itu, untuk make up cukup ekstrim! Para Ganguro seneng banget mengaplikasikan make up tebal berwarna cerah, fake eyelashes, eyeliner hitam dan putih.
      Untuk outfit, kalangan para Ganguro menciri khas kan dengan summer dresses, rok mini, platform shoes (sepatu hak tinggi-tebal; panjang sampai ke lutut), gelang-gelang besar dalam jumlah banyak, nggak lupa make bermacam cincin dan kalung. Fiuh, rame banget ya? Kalo kamu ke Jepang, kamu bisa ngeliat para Ganguro yang beredar di pusat fashion Shibuya dan Ikebukuro.

    Oh ya, cewek-cewek Ganguro biasanya ditemani sekelompok kecil orang, yang disebut dengan ‘Ganguro Gal’ untuk memamerkan hp mereka dengan tempelan berbagai stiker purikura (photo box). Waw, menabjubkan banget! Psst, kenapa Ganguro seneng banget tanning?


DAN, ternyata mereka ingin sekali mengikuti kulit-kulit cewek di North American, dan merefleksikan rambut para seleb dan model yang blonde. Ck, ck, ck.. No, we aren't in Hollywood, we're in Japan, and it's the Ganguro fashion.

5. BOUSOUZOKU
Bousouzoku is a Japanese subculture associated with motorcycle clubs and gangs.


       Bousouzoku pertama kali terlihat pada tahun 1950-an sebagai anak muda Jepang yang mulai mengenal produk-produk industri, seperti mobil dan sepeda motor.
       Bousouzoku emang dikenal sebagai motorcycle gangs, yang hobi banget memodifikasi motor. Aksesoris yang menjadi pelengkap pakaian Bousouzoku adalah kacamata hitam, ikat kepala ’hachimaki’ panjang dengan slogan-slogan perang, dan gaya rambut ’pompadour’ yang terlihat seperti penampilan rocker.


      Serunya, trend rambut ’pompadour’ ini diaplikasikan dengan gaya khas, yaitu rambut disisir ke arah belakang, dengan bagian depan rambut tetap diarahkan ke depan dan berbentuk ikal dengan sendirinya, hehe.. ’Punch perm’ juga dianggap sebagai gaya rambut Bousouzoku, bahkan masker untuk proses bedah pun juga menjadi aksesoris mereka. Saking uniknya gaya berpakaian   BOUSOUZOKU , mereka akhirnya dijadikan karikatur, sampai dijadikan tokoh pada anime, manga dan film.

NOte (+): Mereka juga suka Memodifikasi Motor/Mobil walo terlihat Gak Jelaz.. .lho :P
(tapi TETEP C0.0L)

Editor: 
Credit:>>>gogirlmagz<<<

Baca Selengkapnya. . .

Rabu, 21 Maret 2012

Fuji TV Japan, Ridley Scott (Hollywood) bikin Movie "Japan in A Day"

Yang Sangat Dinanti akhirnya dibikin juga,, Yey :D
#Ridley Scoot/Fuji Tv~ Arigatou Gozaimasu.. .
           "Japan In Day"


Tokyo - Stasiun televisi Jepang, Fuji TV bekerjasama dengan sutradara dan produser film terkenal Hollywood Ridley Scott untuk merekam dan membuat film dokumenter tentang kehidupan sehari di Jepang. 

Terinspirasi dari proyek Kevin MacDonald yang bertajuk Life In A Day, proyek Fuji TV dan Ridley Scott ini akan diberi tajuk Japan in A Day yang didedikasikan kepada mereka yang kehilangan kehidupannya, orang-orang yang disayangi dan mereka yang menderita akibat dari bencana gempa bumi dan Tsunami di Jepang Maret tahun lalu.


  Diberitakan oleh Japan Today, pada Minggu (11/3) mendatang akan menjadi hari peringatan satu tahun dari kejadian tragis gempa bumi dan Tsunami di bagian timur Jepang yang menjadi sebuah hari yang tidak akan pernah dilupakan.
Dan pada hari tersebut, selama 24 jam pihak dari Ridley Scott dan perusahaannya Scott Free dan Fuji TV akan mengundang penonton untuk merekam realitas dan kehidupan mereka pada hari tersebut dan mengunggahnya melalui akun YouTube milik projek Japan In A Day. 

Dan nantinya hasil rekaman oleh penonton tersebut yang sudah diunggah akan dipilih oleh para juri yang terdiri dari sutradara dan produser film dan yang memberikan inspirasi terbaik dan video terbaik akan dimasukkan kedalam film yang nantinya memang akan dibuat sebuah film penuh untuk projek ini.

Dilansir melalui situs Fuji TV, mereka akan mendonasikan 200 buah kamera untuk daerah-daerah yang menderita kerusakan akibat bencana gempa tahun lalu. Dan rekaman video yang diambil oleh kamera-kamera tersebut akan dimasukkan kedalam seleksi video yang akan dipilih untuk menjadi bagian dari projek film Japan In A Day tersebut.

Berkaitan dengan projek ini, Ridley Scott memberikan pesan dan mengatakan, “ Format Life In A Day yang dirilis pada tahun 2010 ini dibuat untuk memberikan kesempatan kepada seluruh orang untuk menjadi bagian dari eksperimen global dalam dunia pembuatan film. Dengan merekam cerita, rahasia dan harapan serta keinginan, kami akhirnya bisa membuat sebuah film yang diambil dari jepretan kehidupan manusia di bumi." 

"Japan In A Day juga memberikan kita yang sama seperti Life In A Day tapi berbeda karena disini nanti akan menampilkan rekaman kehidupan sehari-hari, harapan, ketakutan dan mimpi dari masyarakat Jepang. Dan kami sangat bersemangat untuk melihat hasilnya dan berharap Fuji TV sukses membuat sebuah surat cinta kepada Jepang melalui sebuah film,” tambah Ridley Scott.


Emm langsung aja liat Trailer^^


All about it :)
Join @ http://www.facebook.com/JAPAN.IN.A.DAY?sk=wall
Baca Selengkapnya. . .

Sabtu, 10 Desember 2011

Cerita Tradisional Rakyat Jepang yang MeLegenda

1. Urashima Taro

Seorang nelayan bernama Urashima Tarō menolong seekor penyu yang sedang disiksa sekawanan anak-anak. Sebagai rasa terima kasih telah ditolong, penyu mengajak Tarō berkunjung ke Istana Laut. Dengan menunggang penyu, Tarō pergi ke Istana Laut yang ada di dasar laut.

Di sana, Tarō bertemu putri jelita di Istana Laut yang bernama Putri Oto. Bagaikan mimpi, Tarō ditemani Putri Oto selama beberapa hari.

Hingga akhirnya Tarō ingin pulang. Putri Oto mencegahnya, tapi tahu usahanya akan sia-sia. Putri Oto memberinya sebuah kotak perhiasan (tamatebako), dan berpesan agar kotak tidak dibuka. Dengan menunggang seekor penyu, Tarō tiba kembali di kampung halamannya. Namun semua orang yang dikenalnya sudah tidak ada.

Tarō merasa heran, lalu membuka kotak hadiah dari Putri Oto. Asap keluar dari dalam kotak, dan seketika Tarō berubah menjadi seorang laki-laki yang sangat tua.

Menurut perhitungan waktu di dasar samudra, Tarō hanya tinggal selama beberapa hari saja. Namun menurut waktu di daratan, Tarō pergi selama 700 tahun.

2. Momotarō

     Di zaman dulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak punya anak. Ketika nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai.

Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek. Dipotongnya buah persik itu, tapi dari dalamnya keluar seorang anak laki-laki.

Anak itu diberi nama Momotarō, dan dibesarkan kakek dan nenek seperti anak sendiri. Momotarō tumbuh sebagai anak yang kuat dan mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa.

Pada waktu itu memang di desa sering muncul para raksasa yang menyusahkan orang-orang desa. Momotarō berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango. Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotarō secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar.

Setelah menerima kue dari Momotarō, anjing, monyet, dan burung pegar mau menjadi pengikutnya. Di pulau raksasa, Momotarō bertarung melawan raksasa dengan dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Momotarō menang dan pulang membawa harta milik raksasa.


3. Kintaro

Kintaro adalah tokoh cerita rakyat Jepang berupa anak laki-laki bertenaga superkuat.

Ia digambarkan sebagai anak laki-laki sehat yang memakai rompi merah bertuliskan aksara kanji emas. Di tangannya, Kintaro membawa kapak (masakari) yang disandarkan ke bahu. Ia juga kadang-kadang digambarkan sedang menunggang beruang.

Cerita Kintaro dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki di Jepang. Kintaro dijadikan tema boneka bulan lima yang dipajang untuk merayakan Hari Anak-anak.

Orang tua yang memajang boneka Kintaro berharap anak laki-lakinya tumbuh sehat, kuat, dan berani seperti Kintaro. Selain itu, Kintaro sering digambarkan menunggang ikan koi pada koinobori.

Cerita Kintaro konon berasal dari kisah masa kecil seorang samurai bernama Sakata Kintoki dari zaman Heian.

  Menurut legenda, ibunya adalah seorang Yama-uba yang hamil akibat perbuatan dewa petir Raijin. Kisah lain mengatakan, ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya dengan seekor naga merah.


4. Issun Bōshi

        Menurut cerita Issun Bōshi yang umum diketahui orang, pasangan suami istri lanjut usia yang tidak punya anak memohon kepada Sumiyoshi no Kami agar diberi anak. Permintaan mereka dikabulkan, dan lahir seorang anak yang tinggi tubuhnya hanya 1 sun (ukuran panjang yang setara dengan 3 cm).

Anak itu ternyata tidak mau besar-besar, dan tingginya tetap 3 cm sehingga diberi nama Issun Bōshi yang berarti "biksu satu sun".



      Pada suatu hari, Issun Bōshi ingin menjadi samurai. Ia pergi ke Kyoto membawa pedangnya berupa sebatang jarum, dan berlayar dengan perahu dari mangkuk kayu yang didayung dengan sebilah sumpit. Di Kyoto, ia diterima bekerja oleh sebuah keluarga yang tinggal di rumah besar dan mewah.

Ketika putri dari keluarga tersebut ingin pergi ke kuil, Oni bermaksud menculiknya. Issun Bōshi berkelahi dengan Oni untuk melindungi sang putri. Oni menelan tubuh Issun Bōshi. Bagian dalam perut Oni ditusuk-tusuk oleh Issun Bōshi. Oni yang merasa kesakitan meminta Issun Bōshi untuk berhenti menusuk-nusuknya. Oni menyerah dan memuntahkan kembali Issun Bōshi.

Oni melarikan diri ke gunung setelah meninggalkan sebuah palu ajaib. Palu itu disebut Uchide no Kozuchi yang bisa mengabulkan permintaan atau mengeluarkan uang bila diayunkan.

Issun Bōshi menggunakan palu ajaib untuk mengubah tubuhnya menjadi seukuran laki-laki dewasa. Issun Bōshi menikahi sang putri dan hidup bahagia selamanya. Mereka berdua bisa mendapat makanan enak dan uang berlimpah hanya dengan mengayunkan palu ajaib.


5. Oni

Shuten Dōji adalah oni yang kabarnya tinggal di Provinsi Tamba. Ia juga digambarkan memiliki tanduk dengan rambut merah di kepala yang tumbuh menjadi satu dengan kumis, janggut, cambang, dan alis.

Tangan dan kakinya seperti tangan dan kaki beruang. Walaupun demikian, orang mulanya tidak tahu sosok oni yang sebenarnya. Pada mulanya, oni adalah sosok yang tidak terlihat, dan berasal dari kata "onu".

Ia kadang-kadang digambarkan sebagai pria tampan atau wanita cantik yang suka memangsa laki-laki atau perempuan muda yang sedang diingininya.

Gambaran tentang oni yang sekarang diketahui orang diperkirakan bercampur dengan sosok raksasa.

Oni dalam cerita rakyat sering digambarkan berkulit merah dengan rambut pirang atau coklat tua. Sosok oni diperkirakan berasal dari penampilan bajak laut yang datang dari perairan sekitar Rusia.
      Kulit mereka yang putih menjadi merah setelah terbakar matahari. Penduduk setempat yang belum pernah melihat orang asing mengira mereka adalah oni.

6. Tamamo-no-mae

Tamamo-no-Mae adalah figur legendaris dalam mitologi Jepang dan cerita rakyat Jepang. Di Otogizoshi, kumpulan prosa Jepang ditulis selama periode Muromachi. Ia dikatakan sebagai wanita paling cantik dan pintar di Jepang. Tubuh Tamamo-no-Mae secara misterius baunya selalu enak, dan pakaiannya tidak pernah kotor. Tamamo-no-Mae tidak hanya cantik, tetapi ia juga bijaksana. Walaupun ua hanya berusia dua puluh tahun, tak ada pertanyaan yang tidak dapat ia jawab.
Tamamo-no-Mae adalah sesosok Kitsune (rubah).
Baca Selengkapnya. . .

Kamis, 10 November 2011

Most Difficult Japanese Songs To Sing

JOYSOUND, sebuah perusahaan populer spesial untuk kegiatan karaoke, baru-baru ini mengadakan survei untuk menemukan lagu yang paling sulit dinyanyikan kepada pengguna karaoke. 

Hasil survei menunjukkan kompilasi dari macam-macam jenis lagu yang “most difficult to sing”.




Tiap lagu memiliki alasan sendiri tentang kesulitannya yang dikomentari oleh fans…

1. Hatsune Miku no Shoushitsu / CosMo@bousou P feat. Hatsune Miku
Ini sebuah level yang berbeda! Aku berpikir tidak ada manusia yang bisa menyanyikannya…” (usia 19 tahun, cewek)

2. Oshakashama / RADWIMPS

Timing dan nafasnya sangat sulit… Kamu harus bernapas dengan sangat cepat” (usia 16 tahun, cewek)

3. Hitomi no Juunin / L’Arc~en~Ciel

Nada falsetto dibagian chorus merupakan sesuatu yang tidak akan bisa dinyanyikan oleh penyanyi amatiran” (usia 30 tahun, cowok)

4. GO! GO! MANIAC! / Ho-kago Tea Time


Terlalu cepat, apakah aku satu-satunya yang tidak pernah bisa menyanyikan lagu ini dengan sempurna?” (usia 15 tahun, cewek)

5. Setsunarensa / RADWIMPS

Bagian lirik bahasa inggrisnya sangat cepat dibeberapa bagian… Ketika aku menyanyikannya di karaoke, aku seperti tidak bisa bernapas (tertawa)” (usia 18 tahun, cowok)

6. Tsume Tsume Tsume / MAXIMUM THE HORMONE

Lirik yang sangat bagus, tapi tenggorokanku bisa menjadi sangat sakit ketika menyanyikannya” (usia 16 tahun, cowok)

7. Konayuki / Remioromen
Bagian chorusnya terlalu tinggi dan aku tidak pernah bisa mencapainya!” (usia 19 tahun, cowok)

8. SCATMAN (Basic Radio) / SCATMAN JOHN

Bagian kata-kata yang dikatakan. Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata waktu pertama kali aku mendengarkan lagu ini” (usia 17 tahun, cowok)

9. Kimitte / Nishino Kana
Sebuah bagian spesifik di chorus (“omoi dashite goran yo”) sangat sulit dinyanyikan. Itu terlalu tinggi (nadanya) dan aku tidak pernah bisa menyanyikannya” (usia 13 tahun, cewek)

10. My Way / Def Tech

Bagian bahasa inggrisnya sulit, tapi menyanyi (dalam bahasa Jepang) mudah” (usia 24 tahun, cowok)
Konayuki memang tinggi nadanya dibagian chorus…..
Wah lagunya variatif……

Source = Barks Via TokyoHive

Baca Selengkapnya. . .

Selasa, 04 Oktober 2011

Sushi Food Robot ~JAPAN

      Negara Jepang adalah negara yang paling maju dalam bidang teknologi dan tidak pernah berhenti berinovasi.

Salah satunya yaitu teknologi robot, yang suatu saat nanti diharapkan dapat membantu mempermudah manusia melakukan aktivitas sehari-harinya.

Dan baru-baru ini telah dikembangkan robot koki.
 

Seperti Postingan Sebelumnya:
>>>Robot Pembuat Mie Ramen

Yupz,
Dan pada kali ni saia akan memperkenalkan,
Robot Pembuat Sushi,



Jika anda tergila-gila makan sushi, kami tidak ragu bahwa robot ini akan sangat membantu.

Robot koki model M-4310 A ini dipamerkan di International Food Machinery and Technology Exhibition di Tokyo.

    Robot ini hanya dilengkapi dengan sebuah tangan seperti tangan manusia dan dapat memindahkan objek-objek kecil seperti sushi dan obat-obatan secara perlahan-lahan tanpa merusak dan menjatuhkan objek yang diangkutnya.

     Dalam pameran tersebut, robot ini memamerkan keahliannya dalam memindahkan dummy sushi (tiruan sushi yang dibuat dari lilin), dan ini sangat memukau para pengunjung yang menyaksikannya.


Baca Selengkapnya. . .

Robot Koki Jepang ~Pembuat Mie Ramen

Orang Jepang memang suka membuat segala sesuatu serba otomatis.

Restoran ramen FuA-Men (Fully Automated raMen) di Nagoya ini adalah salah satu contohnya.


Berbeda dengan restoran ramen pada umumnya, FuA – Men tidak menggunakan koki manusia untuk membuat ramen, melainkan sepasang robot.

Pencetus ide dan pemilik dari restoran FuA-Men, Kenji Nagaya, memang tidak asing dengan teknologi robot.

Dia adalah presiden dari sebuah perusahaan pembuat robot yang bernama Aisei. Nagaya Membuka restoran tersebut satu bulan yang lalu untuk mempromosikan teknologi robot terbarunya.

“Keuntungan dalam menggunakan robot sebagai koki ramen termasuk akurasi waktu dalam merebus mi, ketepatan gerakan dalam menambahkan lapisan dan konsistensi dalam rasa dan suhu dari sup.” Komentar Nagaya kepada Rueters. Restoran FuA-Men menjual satu mangkuk ramen standard (menggunakan kuah kaldu babi) dengan harga $7.

Karena biaya investasi dan pengembangan kedua robot tersebut sangat besar, restoran tersebut masih belum mendapatkan untung. Namun nama FuA-Men semakin lama semakin tersebar dan terkenal, dimana pada hari sibuk kedua koki robot tersebut harus menyajikan 80 mangkuk ramen.

    Para pelanggan yang datang ke FuA-Men cukup puas dengan rasa ramennya. “Saya tidak merasakan adanya perbedaan rasa antara ramen ini dengan ramen yang dibuat oleh seorang koki manusia.” Ujar Yoshikazu Yamada, seorang pelanggan baru, sambil memakan ramennya dan memberikan dua jari jempol keatas.

Selama menunggu pesanan mereka, pelanggan juga bisa melihat seluruh proses pembuatan mie oleh kedua robot itu (biasanya memakan waktu 1 menit 40 detik per mangkuk). Untung bagi anda, anda tidak perlu jauh – jauh ke Jepang. Saya sudah menyediakan videonya dibawah ini. Jangan lupa menonton sampai akhir, karena disana anda akan melihat kalau robot juga bisa memiliki rasa humor ^ ^.

Penasaran,
Cek videoNya yuk's:

 

   Meski sudah menggunakan koki robot, FuA-Men masih memperkerjakan karyawan manusia untuk melayani tamu, menyiapkan bahan sup dan menerima pembayaran.

Sumber: indoforum//
Baca Selengkapnya. . .

Sabtu, 03 September 2011

Pria Jepang Keliling Dunia Bersepeda Selama 8 Tahun

   Keiichi Iwasaki, meninggalkan Jepang pada 2001 menggunakan sepeda Raleigh Shopper. Keiichi mengaku menikmati perjalanannya. Awalnya dia menumpang kapal ferry menuju Korea Selatan, dari situlah niat berkeliling dunia muncul.

Selama perjalanan Keiichi mengaku pernah ditangkap di India. Ia juga mengaku nyaris kehilangan nyawa saat diserang dengan seekor anjing di Tibet. Keiichi menjelajah lebih 45.000 kilometer. Sepeda yang dibawanya pulang merupakan yang kelima. Dua Raleigh Shopper-nya dicuri orang dan dua rusak di perjalanan.

Keiichi menyatakan pencapaian terbesarnya adalah menaklukkan gunung tertinggi di dunia Puncak Everest dengan ketinggian 8.848 meter. Pada 2005, ia mencatatkan diri sebagai orang Jepang pertama yang berhasil menaklukkan Puncak Everest tanpa bantuan alat transportasi.

Pria asal Maebashi ini mengaku hanya bermodalkan "keinginan kuat" yang membuatnya sanggup menjelajahi 37 negara. Keiichi meninggalkan rumah pada 15 April 2001 hanya dengan bermodalkan uang sekira Rp16.500. Ia mengaku mencari uang dengan bermain sulap selama perjalanan dan tidak membawa kartu kredit.

"Kebanyakan pelancong mengandalkan uang untuk mencapai ambisi mereka mengelilingi dunia. Saya ingin mengklarifikasi bahwa impian itu bisa mencapai kenyataan jika memiliki keinginan kuat," kata Keiichi seperti dikutip Telegraph.co.uk. Di antara negara yang dikunjungi adalah, China, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Iran, Bulgaria, Bosnia, Ceko Slovakia, Austria, Jerman, Prancis, Inggris, dan Swiss.Menarik sekali pilihan bertualang yang dilakukan oleh Keiichi tersebut. Dengan bermodalkan uang seadanya, ia telah melintasi 37 negara dan menikmati impiannya yaitu berkeliling dunia. Modal sebenarnya bukanlah uang, tetapi tekad kuat untuk mewujudkan mimpinya. Hal yang sama sebenarnya bisa menjadi pembelajaran kita untuk meraih mimpi kita masing-masing. Yakni untuk menjadi berani dan bermental kuat.
 
Di bawah ini adalah rute perjalanan orang ini :
 

Baca Selengkapnya. . .

Selasa, 23 Agustus 2011

Anak ~Anak Muslim di Jepang

      Artikel ini adalah artikel diterbitkan di majalah Jepang, Nikkei Kids. Beberapa mahasiswa asal Indonesia di Tokyo menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.


     Semoga memberikan wawasan dan inspirasi kepada kita yang beruntung bisa hidup di negeri Mayoritas Muslim, negeri yg heterogen, yg memahami toleransi.
——————-


Tahukah kamu,
Apa masalah kehidupan sehari-hari para anak Muslim baru di Jepang?


1. Saya berputar-putar mencari TK yang membolehkan anak saya tidak makan daging babi.

      Tiga setengah tahun lalu, Aga Mari-san, Muslim Jepang yang suaminya berasal dari Kenya, kebingungan mencari TK untuk anak perempuan pertamanya Aisya (sekarang 7tahun). yang saat itu berusia dua setengah tahun, Di dalam Islam, ada makanan-makanan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi, seperti daging babi, sehingga bagi Muslim cukup sering mereka tidak bisa makan menu makan siang dari TK.

      Agar bisa makan sesuai ajaran agamanya, maka Mari-san berharap ada izin khusus agar anaknya bisa membawa bento dari rumah. Mari-san yang tinggal di prefektur Tochigi akhirnya mencoba menanyakan lima TK yang terdapat di lingkungan rumahnya, tapi hasil yang didapatkan hampir semua negatif: “Tidak bisa mengizinkan bila alasannya agama”, “Bila alasannya alergi diperbolehkan”.

Karena tak ada pilihan lain, Mari-san memutuskan untuk melupakan niatnya menjelaskan mengenai Islam dan memasukkan Aisya ke TK yang membolehkan alasan alergi itu,

( ketika suaminya, Muhammad-san dipindahkan oleh perusahaannya ke Tokyo).

Kembali, Mari-san harus mencari lagi dari nol.
Berbekal pengalaman dari Tochigi, Mari-san kemudian menahan diri tidak menyebut tentang Islam ketika mencoba ke TK-TK lain. Tapi setelah menetapkan hati, Mari-san memberi tahu ke kepala sekolah dari TK yang mereka incar bahwa mereka Muslim.

Gayung bersambut, justru kemudian kepala sekolahnya yang memulai mengizinkan mereka membawa bento dari rumah ketika masuk ke pembahasan aturan makan siang di TK. Juga kalau ada kegiatan di TK yang tidak bisa dihadiri karena alasan agama, sang kepala sekolah menawarkan, “Tolong jangan ragu menghubungi saya”. Setelah ditanya, ternyata sebelumnya juga pernah ada anak Muslim yang sekolah di TK tersebut.



Keterangan gambar: 

   Aga Aisya-chan, sedang membaca Qur’an di sebuah masjid di Tokyo. Meskipun di Jepang (dengan Muslim yang minoritas), banyak masjid yang punya kelas-kelas untuk anak-anak.






 Terhadap kehidupannya sekarang yang sudah tidak perlu bersusah payah untuk urusan agama, Mari-san berkomentar, “Saya pikir kehidupan saya yang sekarang diberkahi. Sungguh, perbedaannya bagaikan langit dan bumi”.

    Tidak hanya TK saja, tapi lingkungan sekitar dan teman-temannya pun sudah mulai bisa menerima. Dulu, bila Mari-san keluar dari rumah dengan scarf bisa menjadi bahan obrolan ibu-ibu sekitar, sehingga ia lebih sering menutup diri di rumah. Dibandingkan masa-masa itu, maka sekarang sudah jauh lebih baik,..Tuturnya.


Keterangan gambar : 

   Di sebuah SD di prefektur Saitama, Fayyaz Adiq-kun, asal Pakistan, menunjukkan isi bento-nya ke teman sekelasnya.










2. Teman-teman sekelas berkata: “Saya ingin berteman denganmu”.

  Apa yang paling terlihat beda dari Ooki Michiyo-san (12 tahun), seorang murid SMP di Yokohama, bagi orang-orang yang tidak mengenalnya? Mungkin pakaiannya, yang sangat “mencolok” dibandingkan yang lain. 

Sebagai seorang Muslim, Michiyo sudah memakai scarf sejak kelas 3 SD untuk pergi ke sekolah, ditambah tights hitam di bawah rok agar menutupi kakinya.

Tapi bagi temannya sejak kelas 2 SD, Yamamoto Misaki-san (12 tahun),~ Michiyo tidak ada bedanya dengan dirinya atau teman-temannya yang lain, dan tetap merupakan sahabatnya. Terkadang ia bahkan tidak merasakan adanya perbedaan sama sekali.


Keterangan gambar:

    Sejak SD, Ooki Michiyo-san sudah memakai scarf ke sekolah. Para orang tua menyebut kalau pihak sekolah akan memahami bila dijelaskan alasannya (gambar~atas). 

     
    Michiyo tergabung dalam klub voli. Ayahnya, Hirofumi-san, meminta pihak sekolah untuk tidak memberlakukan Michiyo secara spesial hanya karena dia Muslim (gambar~bawah).


Keterangan gambar:

     Pertemanan anak-anak dimulai dari saling mengerti satu sama lain. Di SD Kurono, diizinkan bagi siswa untuk menggunakan ruang kelas Amigo, bila ada yang meminta izin. 

     





       Walaupun keluarga yang meminta izin masih sedikit, tapi pihak sekolah sekarang mudah untuk mengizinkan karena banyak kelas yang kosong akibat rendahnya tingkat fertilitas di Jepang.

Kelihatannya saya sudah terbiasa". Pertama kali mungkin banyak sekali keraguan, tapi sekarang sih sama sekali tidak terasa. Sudah menjadi hal yang lazim,” ungkap Misaki.

     Tentu saja Michiyo menjelaskan tentang kegiatan ibadahnya dan alasan kenapa dia tidak makan makanan tertentu. Tapi perbedaan di antara mereka tidak menjadi halangan bagi persahabatan. Mereka tetap bercengkerama dengan teman-teman gengnya ketika jam istirahat sekolah, dan mereka juga bermain voli di klub voli.

     Walaupun begitu, persahabatan mereka tidak terbangun begitu saja secara alami. Michiyo, yang pindah sekolah dari Malaysia ketika kelas 2 SD, hampir tidak bisa bahasa Jepang ketika itu, sehingga sangat sulit untuk bisa berteman. Ibunya, orang Indonesia, berpikir bahwa mungkin saja teman-temannya menghindari Michiyo karena dia adalah Muslim.

   Tetapi sebelum libur musim panas, dari guru wali kelasnya, ibu Michiyo kemudian paham bahwa itu hanya salah sangka. Anak-anak di kelas bilang kalau mereka ingin bisa ngobrol dengan Michiyo-chan, ingin berteman,Lalu mereka menanyakan ke saya,
 

“Tapi kami tidak tahu bagaimana memulai obrolan". 
Bagaimana, Sensei?’
” Begitulah penjelasan sang wali kelas ke Hirofumi-san, ayahnya. “Tampaknya ada kesalahpahaman akibat prasangka satu sama lain,” (jelas sang ayah).

     Setelah Michiyo sudah bisa menghapal beberapa kosakata bahasa Jepang, dia kemudian percaya bahwa dia harus melakukan komunikasi yang proaktif ke teman-temannya. Karena untuk menghilangkan kesalah pahaman, memang harus dari diri kita sendiri yang melangkah maju…


(Jika Ingin Bisa, ambilah tindakan mendahului, malu disini urusan belakan, jikalau ingin bisa bersosialisasi, berbahasa jepang , dengan mempraktikannya dan pada hakekatnya orang jepang memahami, senang jikalau ada orang asing ingin berbahasa tersebut^^)




3. Menu makan siang, kolam renang, kekuatan doa, dan usaha pihak sekolah dan guru

     Di SD Kurono di Gifu, biasanya setelah selesai pelajaran renang, anak-anak, dengan dibalut handuk, akan keluar dari kolam renang dan kembali ke kelasnya. Tapi di antara mereka ada tiga anak yang justru pergi ke ruangan lain.

     Ada sebuah ruangan kelas yang dinamakan Amigo di sekolah tersebut, yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak asing. Salah satu sudut ruangan tersebut dijadikan tempat ganti pakaian untuk anak Muslim.

     Dalam Islam, walaupun sesama laki-laki, adalah hal yang tidak baik untuk menunjukkan bagian tubuh antara pusar dan mata kaki. Dan untuk perempuan, jamak dipahami bahwa ada lebih banyak hal yang perlu diperhatikan. 

    Tidak cukup hanya dengan berganti pakaian di kamar locker guru perempuan, tapi mereka juga perlu menutup lengan dan kakinya dengan pakaian renang khusus. 

    Selain itu, untuk menjaga kehormatan perempuan, mereka juga harus menutup semua bagian tubuhnya kecuali tangan dan muka di depan laki-laki lain selain anggota keluarganya.


Keterangan gambar: 

     SD Kurono di Gifu menggunakan papan menu dengan label “豚” (babi) untuk menunjukkan bila ada makanan yang menggunakan daging babi, lard (minyak babi) atau bahan makanan lain yang berasal dari babi. 

   Bila diperhatikan, di karuta (permainan kartu untuk anak-anak) Islam banyak terdapat nilai-nilai yang mengandung perpaduan budaya Islam dan budaya Jepang.

Lanjut Cerita : 


       Yanagizawa-san, yang bertugas sebagai penanggung jawab pelajaran bagi anak-anak asing, tidak hanya melayani Muslim, tetapi juga merangkum hal-hal mengenai ajaran Islam serta kewajiban sebagai Muslim, lalu membagikannya ke rekan kerjanya. 

     Yanagizawa-san mendorong pihak guru untuk memahami Islam.
Menurutnya dalam bersinggungan dengan budaya lain, hal penting yang perlu dilakukan pertama kali adalah memahami.

     Hal-hal seperti ini bisa terjadi karena memang SD Kurono berada di dekat sebuah universitas, sehingga anak-anak dari mahasiswa asing banyak yang sekolah di sekolah tersebut. Ini membuat interaksi dengan anak-anak asing menjadi hal sehari-hari di SD Kurono. 

    Bila dalam kehidupan sehari-hari anak-anak memiliki pertanyaan mengenai kebiasaan atau cara berpikir, atau mengalami pergesekan budaya, hal ini dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar, dan mengajarkan mengenai budaya. 

“Saya pikir anak-anak SD Kurono sangat beruntung dalam hal ini,” jelas Yanagizawa-san.

    Guru yang mengambil terobosan seperti Yanagizawa-san masih sedikit. Tetapi orang tua Muslim mulai merasakan perubahan di sekolah, yang sebelumnya memperlakukan semua anak dengan cara yang sama. 

     Misalnya, sekitar 4-5 tahun lalu ada yang melarang orang tua yang membawakan anaknya bento sebagai pengganti menu makan siang yang disediakan sekolah. 

    Tetapi sekarang sudah hampir tidak ada lagi yang melarang. Keluhan dalam membesarkan anak di Jepang mulai berkurang, meski sedikit demi sedikit.


4. Orang tua dan anak yang mencemaskan perbedaan dengan orang Jepang

     Meskipun orang-orang di sekeliling berusaha memahami, masih ada masalah yang sulit diselesaikan. Beberapa orang tua Muslim tidak dapat menerima beberapa hal di Jepang, dengan komentar seperti:

“tidak dapat menerima pelajaran berenang yang tidak memisahkan laki-laki dan perempuan”,
“tidak menyukai media atau jalanan yang dipenuhi dengan informasi berbau seksual”,
“tidak dapat mendidik agama anak dengan lingkungan seperti Jepang”. 

     Tak mengherankan, saat anaknya melanjutkan ke jenjang SMP, tidak sedikit orang tua yang tidak melanjutkan pendidikan anaknya di Jepang lalu mengirim anaknya ke sekolah di luar Jepang, seperti di negara asal orang tuanya.


      Di lain sisi, anak-anak mengalami konflik identitas. Afridi Masayo-san yang tinggal di Nagoya mengungkapkan kesulitan yang dialami putranya, 7 tahun, sebagai Muslim Jepang. “Biasanya kalau sedang di rumah kakek, kami makan makanan Jepang seperti biasa.

    Lalu, saat anak saya hendak mengambil makanan, saya otomatis mengingatkan, ‘Yang ini tidak boleh; yang ini juga tidak boleh’. Anak sulung saya kemudian berujar, ‘Kenapa saya bukan orang Jepang, Ibu?’ Melihat hal itu, Masayo-san menjadi khawatir, jangan-jangan di sekolah pun anaknya merisaukan perbedaannya dengan teman-temannya.


Keterangan gambar: 

    Memahami perbedaan budaya sungguh suatu kekayaan. Motohashi Salisa dari Ghana sedang berdoa sementara teman-teman anaknya bermain pakai topeng. 

   Barangkali bagi anak-anak yang sejak kecil sudah terbiasa dengan perbedaan, perbedaan adalah hal yang wajar.

 

Sambung :
 

    Qureshi Azuka-kun (17 tahun), juga dari SMA di Nagoya, bercita-cita ingin berkarir di bidang fashion di masa depan. Di hari libur, biasanya bersama teman-temannya dia berkeliling ke butik-butik mode. 

     Dia juga sangat memperhatikan penampilan—di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, selalu berdiri di depan cermin selama puluhan menit untuk menata rambutnya.

    Walaupun terlihat seperti umumnya anak SMA yang sangat peduli dengan penampilan, tapi alasannya berbuat demikian, menurutnya, adalah agar dia bisa diterima oleh teman-temannya. 

     Pada kenyataannya, hal ini bukan karena dia tidak terbiasa dengan keadaan sekeliling sehingga menjadi susah beradaptasi, ataupun selalu merasa berbeda dengan teman-temannya.

     Tapi contohnya, ketika dia sedang puasa seorang diri di saat teman-temannya makan siang, maka perbedaan tersebut walaupun tidak disengaja akan nampak. “Saat teman-teman saya bertanya kenapa tidak makan, ternyata memang tidak mudah (kondisi tersebut) buat saya” jelas Azuka.




5. Prasangka buruk kepada Muslim yang tidak kita sadari.

      Matsumoto Takaaki-san, guru ilmu sosial di sebuah SMA negeri, selama 3 tahun mengadakan survei mengenai Islam kepada murid-murid tahun pertama di 20 sekolah di daerah Tokyo dan Kanagawa.

     Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa mayoritas memiliki opini negatif terhadap Islam, seperti “tidak fleksibel” dan “memiliki kebiasaan aneh”. Bahkan murid yang mengetahui lebih banyak tentang Islam justru menunjukkan kecenderungan opini negatif yang lebih besar. 

     Terhadap hal ini, Matsumoto-san berpendapat bahwa bisa jadi banyak mis informasi tentang Islam di masyarakat.

     Misalnya, walaupun puasa diwajibkan bagi Muslim, tapi ada pengecualian terhadap yang sedang hamil atau sakit (mereka tetap harus menggantinya setelah melahirkan atau sembuh). 

     Hal ini menunjukkan bahwa perintah agama bisa menjadi fleksibel menyesuaikan realitas kehidupan yang ada. Lalu, salah satu alasan melaksanakan puasa tersebut bagi Muslim adalah agar mereka bisa merasakan perasaan orang miskin. Sehingga memang sangat besar peluangnya orang memiliki prasangka buruk terhadap Islam sebelum mengetahui “wajah aslinya”.

       Untuk menghilangkan prasangka buruk, ada baiknya kita mencoba memulai dengan mencari titik temu antara Muslim dan kita. 

     Kalau kita lihat karuta (sejenis permainan kartu Jepang) Islam, yang didesain khusus untuk mengajarkan nilai keislaman ke anak-anak, pada kartu “ki” (き) akan kita jumpai pesan moral : “Kikimasen, iimasen, otomodachi no kageguchi wa” yang berarti “Kami tidak akan mendengarkan dan membicarakan gosip tentang teman”.

    Lalu di kartu “ke” (け) tertulis: “Kenka wo shitara sugu nakanaori. Minna nakayoshi. Islam no ko” yang berarti “Kalau berantem segera baikan. Kita semua teman. Kita anak Muslim.” Tidakkah ini berbeda jauh dengan kesan “tidak fleksibel” dan “memiliki kebiasaan aneh”?

Keterangan gambar : 

    Aga Mari-san, berbincang dengan teman-temannya di sebuah taman. Ada Muslim yang khawatir dengan interaksinya dengan tetangga, tapi ada juga yang beruntung mendapatkan teman-teman yang bisa mengerti 
(gambar kiri-atas). 

    Anak-anak Muslim sedang berenang dengan memakai pakaian renang yang menutupi kepala, lengan, serta kaki (gambar kanan-tengah)
 
     Sesaat sebelum berangkat kerja, Aga Muhammad-san, sang ayah, mengisi lembaran yang akan diserahkan Aisha-chan ke TK (gambar kanan-bawah).


6. Agar anak-anak dibiasakan dengan perbedaan budaya

    Mari kita menerima cara hidup anak-anak Muslim. Ini tidak hanya membawa kebaikan yang bermakna besar bagi anak-anak Muslim tapi juga bagi kita,

    Dan adalah ciri Orang Jepang, karena kemampuan memahami perbedaan budaya sudah dianggap sebagai salah satu keahlian untuk masa depan yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Maruyama Hideki-san, peneliti senior di Institusi Nasional untuk kebijakan pendidikan, menjelaskan, “Kemampuan kita untuk beradaptasi di lingkungan yang heterogen akan diakui di era globalisasi ini”.

     Kaneyama Saho-san, yang masuk Islam sejak SMA, terlibat banyak di pendidikan anak-anak penyandang cacat. 
Pendapatnya, “Misalnya hal yang berbeda dari diri kita, atau hal yang berbeda dengan yang selama ini kita tahu—keanekaragaman itu pasti memiliki arti atau sebuah nilai, menurut saya. Bukankah itu termasuk sebuah anugerah? Saya pikir, hati yang bisa menerima perbedaan itu sendiri juga termasuk anugerah”.

ReEditor ~ Oleh:
A.Wahyu Ibnu Pratomo.
~22 AGUSTUS 2011

Artikel ini pertama kali diterbitkan di majalah Nikkei Kids Plus, edisi bulan pertama 2010, dengan judul
“日本で暮らすムスリムの子”

Link : 
 http://www2.dokidoki.ne.jp/islam/photo/10kids.htm
Penerjemahan dilakukan secara Bersaman oleh nama-nama di bawah ini


Semuanya mahasiswa ( Tokyo Institute of Technology):


* Adiyudha Sadono
* Reza Aryaditya
* Priangga Perdana Putra
* Aulia Averrous
* Isa Ansharullah

ありがとうございます :)

Baca Selengkapnya. . .

Jumat, 19 Agustus 2011

Kisah Mistis ~ Istana Himeji

    Istana Himeji terdapat di kota kecil Himeji, dekat propinsi Kobe, Jepang. 

   Istana Himeji memiliki menara utama setinggi 150 kaki dan terdiri dari 5 lantai. 

  
Menara ini dibangun pada abad ke-17, pada saat Shogun (keluarga ksatria Jepang) mulai memerintah. 

    Pada bagian kaki menara yang disebut sebagai donjon, terdapat sebuah gerbang bernama Harakiri Maru, yang artinya gerbang bunuh diri. 


     Dinamakan demikian karena di gerbang inilah para ksatria yang gagal menjalankan tugasnya melakukan harakiri (bunuh diri), baik dengan rela ataupun terpaksa. Darah ksatria yang mati di situ nantinya dibersihkan dengan air yang diambil dari sebuah sumur yang dikenal dengan nama sumur Okiku. 

   Okiku sendiri adalah nama seorang pelayan perempuan yang pernah bertugas merawat seluruh benda pusaka kerajaan yang diletakkan di menara istana Himeji. 

      Pada suatu malam, Okiku mengetahui rencana pembunuhan terhadap raja dan segera melaporkannya. Nyawa raja selamat, namun nyawa Okiku jadi diincar para pemberontak. 
   
    Mereka berhasil membalas dendam dengan menyebarkan gosip bahwa Okiku telah menjual harta pusaka. Akhirnya, Okiku ditangkap oleh raja yang pernah ia selamatkan. 

      
       Okiku disiksa sampai mati di dalam menara istana Himeji. Mayatnya lalu dipotong-potong dan dibuang ke dalam sumur yang terletak tepat di bawah menara. 

 Sumur himeji



     Sejak saat itu, menara istana Himeji selalu dipenuhi dengan penampakan perempuan berambut panjang yang sedang menangis. Selain itu, sampai kini sering terdengar suara seseorang yang menghitung harta pusaka dan biasanya, sampai di hitungan ke-10, akan disusul suara lolongan yang melengking.

 
Baca Selengkapnya. . .

Kamis, 18 Agustus 2011

Yakuza ~ Mafia Japan

    ialah "Geng Mafia Terbesar" di dunia,dan bahkan masuk Book of Guinness World Record!!!

    yaitu YAKUZA yang disebut juga "gokudo", adalah organisasi kriminal tradisional dari Jepang. Polisi sering menyebut Yakuza dengan sebutan 'boryokudan', sedangkan mereka sendiri menyebut dirinya 'ninkyo dantai'.

   

     Kenapa disebut organisasi tradisional? Karena Yakuza sudah ada sejak zaman Edo! Yakuza yang ada sekarang berasal dari 2 golongan, tekiya dan bakuto.  

 yakuza girl
 
    Tekiya adalah kelompok pedagang barang-barang ilegal, sedangkan bakuto adalah golongan penjudi. Hampir semua yakuza adalah laki-laki, walaupun ada juga wanita yang menjadi yakuza.

TatO's

 


     Yakuza juga terkenal dengan tubuhnya yang penuh tato, biasanya diseluruh punggung, sampai ke lengan dan dada. Tato mereka itu dibuat dengan cara tradisional, tanpa menggunakan mesin. Digambar menggunakan tangan, dengan alat-alat buatan sendiri dan jarum dari bambu. 

       Pengerjaannya pun mahal dan memakan waktu yang sangat lama, sampai bertahun-tahun. Makannya, tato mereka itu menjadi kebanggaan tersendiri. Kalau sedang keluar, Yakuza selalu menutupi tatonya dengan baju berlengan panjang. Yakuza baru akan memamerkan tatonya saat sedang bermain Oicho-Kabu (kartu) bersama Yakuza lainnya.

Ritual



        Yakuza punya ritual yang cukup aneh dan sadis, yaitu ritual Yubitsume.



      Jika seorang Yakuza melakukan kesalahan, ia harus memotong ujung jari kelingking kirinya lalu memberikannya kepada bosnya sebagai permintaan maaf. Dengan begitu, berarti sang Yakuza mengakui bahwa dirinya kurang dan lebih menyerahkan dirinya kepada bosnya.
 

Bagaimana seseorang bisa menjadi yakuza?

      Pada dasarnya, seseorang tidak bisa secara langsung menjadi yakuza. Walaupun kelompok yakuza dibedakan berdasarkan klan, bukan berarti anggotanya merupakan sebuah keluarga. 


      Sebagian besar yakuza berasal dari anak-anak jalanan. Yakuza bersedia menerima anak-anak yang broken home, ditinggal orang tua atau tidak punya rumah lalu mengangkatnya jadi anak (sekaligus jadi yakuza).
      Gimana dengan keturunannya? Keturunan yakuza tidak selalu menjadi yakuza. Walaupun kebanyakan meneruskan jejak orang tuanya.

       Hmm, ingat seseorang dengan nama Yamaguchi? Yep! Yamaguchi Kumiko, si Yankumi dari Gokusen itu adalah putri klan Oedo. Walaupun dibujuk berkali-kali untuk menjadi penerus generasi ke-4, dia bersikeras tidak mau menjadi yakuza. Malahan, Yankumi ingin menjadi guru.

     Contoh lainnya adalah
Kanmuri Shigeru, dari Yakitate! Japan. Nggak disangka-sangka ternyata dia dalah anak bos Yakuza terbesar, Hashiguchi Takashi. Shigeru dan kakaknya sama-sama tidak mau menjadi penerus ayahnya, lalu mereka bertanding untuk menentukan siapa yang akan mengambil alih jabatan sebegai bos yakuza.

Apa sih Pekerjaan Yakuza? 

  Pekerjaan yakuza, ya berhubungan dengan hal-hal yang ilegal. Penyelundupan, perdagangan gelap, pemerasan, imigrasi gelap, dunia malam, dan prostitusi

   Sampai saat ini penghasilan mereka yang terbesar di dapat dari penjagaan keamanan seperti di tempat belanja dan di jalan-jalan. Ternyata, banyak orang yang lebih suka menyewa yakuza menjadi pengaman dalam bisnis mereka dibanding polisi. Soalnya, mereka tidak mau repot berurusan dengan polisi.
 
     Tidak seperti mafia-nya Itali yang kerjanya sembunyi, yakuza melakukan kegiatan ilegalnya itu secara terang-terangan. Bahkan mereka mempunyai kantor sendiri! Kantor yakuza ditandai dengan papan kayu yang bertuliskan nama grup mereka.
Yakuza nggak hanya aktif di Jepang lho! Yakuza juga banyak berkeliaran di Amerika Serikat, terutama di Hawaii. Selain itu, Yakuza juga ada di Mexico.

    Walaupun rata-rata yakuza tingkat pendidikannya rendah, mereka kaya raya lho! Kok bisa? Ya dari hasil kerja ilegal itu.

Penampilan Yakuza?

    Yakuza dapat dibedakan dengan orang biasa dari cara jalannya yang khas sekali. 

    Kalau melihat orang yang berjalan dengan sombong, langkahnya besar-besar dan seenaknya sendiri, masyarakat langsung tahu bahwa orang itu Yakuza.
 
    Kalau soal baju, yakuza suka memakai setelan dengan warna norak. Misalnya Jas dan celana merah tua, hemnya kuning. Lalu, kancingnya dibuka beberapa dan juga memakai kacamata hitam. Rokok? sudah pasti.
Tetapi, ada juga lho yakuza yang masih berpenampilan tradisional dan memakai yukata.


 Sistem Organisasi Y.A.K.U.Z.A



Baca Selengkapnya. . .