Menu

Search Engine

Senin, 30 Mei 2011

Robot Guru/Pengajar Pertama Jepang



Editor : Coxi Hydeoshi
"ROBOT"
Gambaran Negri Sakura, Jepang.
Disana berbagai macam jenis maupun kegunaan  tercipta ada.

    Mungkin pula dimasa Depan adalah Jepang Pelopor Robot pengganti pekerja segala bidang dari SDM "Sumber Daya Manusia.

Tentunya dengan Pro-Kontra dan Positif/Negatifnya pastilah ada.

    Semua kegiatan akan dikerjakan oleh robot, seperti film "Future" yg sering diputar dan dibuat para orang holywood kini. Mungkin,
Bisa Saja Robot Pengganti tentara ataupun senjata militer terhebat didunia dibuat di jepang,
sebagai pengganti manusia"Mahkluk yang bisa saja Mati"'

Pasalnya/ Sebagai Contoh:
Pada Postingan Replika Gundam dibuat dengan Ukuran sebenarnya
Yap dilihat ditahun itu tepatnya 7 April 2009 Si Negara tersebut saja sudah bisa berulah begitu, 
   Bukan tidak mungkin kedepannya entah kapan yang pasti cepat_lambat Gundam akan seperti di kebanyakan movienya, dibuat dengan teknologi militer pemusnah massal dan terbang layaknya di filmnya.

Tentunya pula, Masa Depan siapa yang tahu,
dan pertanyaannya??? "Apakah negara seperti itu akan mengembangkannya lebih lanjut lagi ataupun tidak"


 Topik,
Begitupula Sebuah ROBOT satu ini.

     Robot ini merupakan pula bagian dari / gambaran masa depan,
Karena kalo dipikir secara logis sebuah robot memang mempunyai daya ingat tinggi dengan tingkat  O% Kesalahan Informasi ataupun Pengerjaan sebuah masalah. Dan pada dasarnya robot penginformasi tepat, Pembantu,  yg efisien dan dapat pula di update ataupun diprogram lebih baik untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari manusia.

Ialah sebuah Robot Guru/Pengajar.




Dengan Nama yang diberi Sebutan "Saya" sebagai pembuatnya adalah Hiroshi Kobayashi .
"Saya" si manusia robot, telah di tes/ di uji cobakan untuk pertama kalinya di Jepang dengan mengajarkan para murid di sebuah sekolah di Tokyo.

Dan Selama 15 tahun profesor Hiroshi Kobayashi dari universitas Tokyo telah mengembangkan sebuah android (manusia robot) yang mampu mengajarkan murid setingkat SD, dan bahkan bisa marah kalo para muridnya bandel.

Pemerintah Jepang memang gila-gilaan untuk menjadikan Jepang sebuah negara "masa depan" dengan mengucurkan dana 3,5 miliar yen hanya untuk pengembangan teknologi robot.

Harapannya: minimal satu robot di setiap rumah di Jepang pada tahun 2015.


Tambahan :

   Tidak seperti robot mekanik yang tampak lebih seperti Honda Motor Co 's ASIMO, guru robot, yang disebut Saya.
Ia dapat mengekspresikan enam emosi dasar, yaitu:
"Terkejut, Takut, Jijik, Marah, Kebahagiaan, dan Kesedihan. 

    Dalam demonstrasi, mulut robot muncul terbuka, matanya membelalak dan alis melengkung untuk muncul terkejut.
 "Saya"robot~ menarik kembali bibirnya untuk membuat tersenyum, dan berkata frase terprogram sederhana seperti "Terima kasih," sambil bibirnya bergerak, untuk mengekspresikan kesenangan.
    "Robot yang terlihat manusia cenderung menjadi hit besar dengan anak-anak dan orang tua," kata Hiroshi Kobayashi, Tokyo profesor Universitas Sains dan pengembang Saya, The Associated Press Rabu. "Anak-anak bahkan mulai menangis ketika mereka dimarahi."
Sungguh seperti luapan karakter manusia.
    Pertama dikembangkan sebagai robot Resepsionis pada tahun 2004, "Saya" telah diuji dalam ruang kelas nyata Tokyo awal tahun ini dengan beberapa anak kelas lima dan enam, meskipun masih tidak bisa berbuat banyak lebih dari memanggil nama dan perintah berteriak seperti "Diamlah. "
Anak-anak itu menyenangkan, Kobayashi ingat, menggelitik ketika memanggil nama mereka. Namun, itu hanya remote yang dikendalikan oleh manusia melihat interaksi melalui kamera, katanya.


    Jepang dan negara lain robotika berharap akan memberikan solusi bagi tenaga kerja yang berkembang masalah mereka kekurangan sebagai usia populasi.Tetapi para ilmuwan menyatakan keprihatinan tentang menggunakan mesin untuk mengurus anak-anak dan orang tua.
 

~Ronald C. Arkin, profesor di Institut Teknologi Georgia, mengatakan penelitian lebih lanjut dalam interaksi manusia-robot diperlukan sebelum terlalu mengandalkan robot.

~Noel Sharkey, robotika ahli dan profesor di Universitas Sheffield, berpendapat robot dapat berfungsi sebagai bantuan pendidikan di bunga inspirasi dalam sains, tetapi mereka tidak bisa menggantikan manusia.
tuturnya:
     "Ini akan menjadi delusional untuk berpikir bahwa robot tersebut dapat menggantikan seorang guru manusia," katanya. "Memimpin ilmuwan, insinyur dan matematikawan, hampir tanpa kecuali, bicara tentang yang satu guru yang menginspirasi mereka. Robot tidak bisa seperti itu model peran inspirasional."

~Kobayashi mengatakan "Saya"robot hanya dimaksudkan untuk membantu orang dan memperingatkan terhadap semakin berharap terlalu tinggi untuk kemungkinan tersebut.
"Robot tidak memiliki kecerdasan. Ia tidak memiliki kemampuan untuk belajar. Ia memiliki identitas tidak," katanya. "Itu hanya alat."
Tapi apakah dia menciptakan sebuah robot dalam bentuk manusia, katakanlah, seorang teman fantasi dengan penampilan bintang film?
"Tentu," katanya, "Jika Anda bersedia membayar."
Itu robot yang dibuat-to-order akan menelan biaya sekitar 5 juta yen ($ 51,000), katanya.


Contoh-lah etos kerjanya,
Yang melatar belakangi  Pekerja Keras Ciri mereka dan Inovasi dipikirannya, membuat negara tersebut pasti akan cepat maju dalam segi teknologi MASA DEPAN.

All Source...

Baca Selengkapnya. . .

HIRAGANA

        Hiragana adalah alfabet fonetis dasar di bahasa Jepang. Seluruh huruf hiragana melambangkan semua suara yang muncul di bahasa Jepang. Jadi, sebetulnya bisa saja bahasa Jepang ditulis hanya dengan hiragana. Namun, karena spasi tidak digunakan di bahasa Jepang, menggunakan hiragana saja akan menghasilkan kalimat yang susah dibaca. Pada masa silam, ia juga dikenali sebagai onna de (女手) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana. Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi.Di bawah terdapat tabel hiragana beserta pelafalannya. Cara membaca tabelnya adalah dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, sama seperti cara membaca banyak buku bahasa Jepang (termasuk komik).



Contoh penulisan hiragana dengan tabel di atas :
「あい」 (cinta), 「うつくしい」 (indah), うたう (bernyanyi),  「たかはし」 (salah satu nama keluarga yang umum di Jepang).




Suara-suara modifikasi
     suara modifikasi adalah suara konsonan lain yang didapat dengan menambah dua garis kecil yang mirip tanda kutip 「゛」 yaitu dakuten (濁点) atau lingkaran kecil 「゜」 yang disebu handakuten  (半濁点).
  

 Dibawah ini juga terdapat tabel suara-suara modifikasi.

   contoh kata yang bisa dibentuk dengan huruf-huruf baru tersebut adalah ばか (bodoh), おどる (menari), dan いご (suatu permainan papan yang populer di Jepang).



「や」、「ゆ」、dan 「よ」 kecil
    Adalah suatu konsonan dengan suara "ya", "yu", "yo" dengan cara menempelkan 「や」、「ゆ」 atau 「よ」 kecil di belakang huruf-huruf dengan vokal "i". sebagai contoh,  「きや」 dibaca "kiya" sedangkan 「きゃ」 dibaca "kya".


Dibawah ini adalah tabelnya :

 




    contoh kata yang bisa dituliskan dengan huruf-huruf diatas adalah  かしゅ (penyanyi), じゅばく (sihir), dan きょねん (tahun lalu).



Kegunaan Hiragana di antaranya :

  • menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送る. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
  • menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
  • perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
  • menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
  • menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. Misalnya:
  • べんきょう

    勉強 する 

thanks toTaufan Prakoso

 
Baca Selengkapnya. . .

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

June 13th, 2007
by Romi Satria Wahono
"10" Resep Sukses Bangsa Jepang


       Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret

     Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)

1. KERJA KERAS

           Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.

     Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU


   Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

         Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

    Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

             Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. 

   Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

    Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.


     Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)

7. BUDAYA BACA


      Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

    Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI


      Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

        Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;)  Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

     Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.
Baca Selengkapnya. . .

[INEMURI]

"[INEMURI] Kebiasaan Tidur Unik Orang Jepang" 

           Jepang memang negara yang super sibuk. Orang – orang bekerja keras setiap hari. Mungkin karena alasan itu, jam tidur kebanyakan orang menjadi kurang. Dan karena alasan itu pula, orang Jepang bisa memanfaatkan waktu perjalanan mereka untuk tidur siang. Tidak peduli sedang di Kereta, sedang rapat, bahkan di jalan raya sekalipun, mereka bisa melakukan Inemuri / tidur siang.


























































sumber : spirit.indonesianforum.net


[parah gan :D
Baca Selengkapnya. . .

J-Drama Byakuyakou [ 2006] Inggris Sub.

   Ketika Ryoji menemukan bahwa objek penyimpangan ayahnya adalah seorang cinta pertamanya, Yukiho, sebagai objek Pornografi. Ryoji membunuh ayahnya sendiri.
   
    Yukiho juga membalas dengan cara serupa dengan melakukan bunuh diri untuk ibunya dan juga dirinya sendiri, tetapi gagal.


      Sudah 14 tahun sejak itu dan anak yang menyerahkan segala sesuatu dan gadis yang mengobarkan hidupnya pada anak itu sedang berjuang untuk terus saling mencintai. Mereka tumbuh berusaha untuk menjaga rahasia dan perjalanan keluar undang-undang pembatasan. Untuk melindungi Yukiho, dan memperbaiki hidupnya, Ryoji memasuki dunia liar dan berkecimpung dalam kejahatan untuk mendukung Yukiho kekasihnya.



Byakuyakou Cast :
* Yamada Takayuki sebagai Kirihara Ryoji
o Izumisawa Yuuki sebagai Kirihara Ryoji 
* Ayase Haruka sebagai Karasawa Yukiho
o Fukuda Mayuko sebagai Nishimoto (Karasawa) Yukiho 
* Watabe Atsuro sebagai Isamu Matsuura
* Kashiwabara Takashi sebagai Shinozuka Kazunari
* Tanaka Koutaro sebagai Hisashi Koga
* Koide Keisuke sebagai Sonomura Tomohiko
* Tanaka Kei sebagai Michihiro Kikuchi
* Yachigusa Kaoru sebagai Karasawa Reiko
* Okunuki Kaoru sebagai Namie Nishiguchi
* Otsuka Chihiro sebagai Kawashima Eriko
* Kurasawa Momoko sebagai Fujimura Miyako
* Seina Kasugai sebagai Ryoko Kotake
* Shioya Shun sebagai Takamiya Makoto
* Sato Hitomi sebagai Chizuru Misawa
* Hirata Mitsuru sebagai Yosuke Kirihara
* Aso Yumi sebagai Kirihara Yaeko
* Kawai Michiko sebagai Nishimoto Fumiyo
Yo Kimiko sebagai Taniguchi Mafumi *
* Nishida Naomi sebagai Kurihara Noriko
* Takeda Tetsuya sebagai Sasagaki Junzo
Byakuyakou Details
# Title: 夜行 白
# Title (romaji): Byakuyako
# Juga dikenal sebagai: Perjalanan Dalam Midnight Sun
# Genre: Romance, suspense
# Episode: 11 
Video Format: Avi

Downloads Byakuyakou [ 2006] Inggris Sub :

Byakuyakou Episode 0: Download -] byakuyakou_ep01_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 1: Download -] byakuyakou_ep02_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 2: Download -] byakuyakou_ep03_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 3: Download - byakuyakou_ep04_hdtv [sar] avi.
Byakuyakou Episode 4: Download -] byakuyakou_ep05_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 5: Download -] byakuyakou_ep06_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 6: Download -] byakuyakou_ep07_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 7: Download -] byakuyakou_ep08_hdtv [sar avi.
Byakuyakou Episode 8: Download - byakuyakou_ep09_hdtv [sar] avi.
Byakuyakou Episode 9: Download - byakuyakou_ep10_hdtv [sar] avi.
Byakuyakou Episode 10: Download -] byakuyakou_ep11_hdtv [sar avi.
Baca Selengkapnya. . .